MANUSIA
DAN KEGELISAHAN
Pengertian
Kegelisahan
Kegelisahan
berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa
khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas. Sehingga kegelisahan merupakan
hal yang menggambarkan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatan,
merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam
kecemasan.
Kegelisahan dapat
diketahui dari gejala tingkah laku seseorang dalam situasi tertentu. Gejala
tingkah laku itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mondar-mandir dalam
ruang tertentu sambil menundukkan kepala, memandang jauh ke depan sambil
mengepal-ngepalkan tangan, duduk termenung sambil memegang kepala, duduk dengan
wajah murung, dan malas bicara.
PENYEBAB KEGELISAHAN
- Pendapat Sigmund Freud
a.
Kecemasan
tentang kenyataan (objektif)
Suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam
dunia luar dan kenyataan yang pernah dialami oleh seseorang di masa lalu yang
membuat orang menjadi takut karenanya.
Contoh:
- Seorang anak yang takut
jika di rumah sendiri, karena sering menonton film horor.
- Jika seseorang pernah
dibentak yang membuat malu sekelilingnya, maka itu akan menjadi pengalaman
yang akan diingat-ingat terus. Hingga membuat takut untuk tampil di depan
umum, dan sebagainya.
b.
Kecemasan
Neoritis (saraf)
Kecemasan ini timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, takut
akan hal yang dibayangkan dan takut itu sampai menekan ego pengamatan tentang
bahaya dari naruriah.
Sigmund freud sendiri membagi kecemasan ini menjadi 3 bagian :
1.
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan
lingkungan. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah,
yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.
2.
Bentuk ketakutan yang tegang dan irasional (phobia).
Sifat khusus dari phobia adalah bahwa, intensitif ketakutan melebihi proporsi
yang sebenarnya dari objek yang ditakutkannya. Seperti contoh kasus bahwa
setiap melihat atau bahkan menuliskan buah “nanas”, maka bulu kuduk akan
berdiri dan merinding dibuatnya.
3.
Reaksi gugup atau setengah gugup, reaksi ini
munculnya secara tiba-tiba tanpa adanya provokasi (pancingan) yang tegas.
c.
Kecemasan
Moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi
memiliki bermacam-macam emosi antar lain: iri, benci, dendam, dengki, marah,
gelisah, dan lain-lain yang merupakan sifat tidak terpuji, bahkan mengakibatkan
manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa.
Contoh:
·
Jika seseorang yang merasa kecantikannya ditandingi
oleh lawannya, oleh karena itu ia merasa dengki, ataupun membencinya.
- Berdasarkan sifat manusia secara umum
1.
Cinta
Diri
Kecintaan seseorang terhadap dirinya merupakan hal yang wajar, namun
sebagian orang telah berlebihan (melampaui batas) dalam mempertahankan cinta
tersebut, sehingga terbebani dengan berbagai macam penderitaan dan rasa sakit.
Contoh:
-
Cerita tentang pribadi dengan ego tinggi, angkuh,
dan selalu cinta sama dirinya ada di Narkissos (Narcissus), tokoh mitologi
Yunani. Narcissus teramat cinta dengan dirinya sendiri dan cuma terpaku pada
kegiatan atau pikiran sendiri. Kerjaannya mengagumi dirinya hingga dia ‘jatuh cinta’ dengan bayangannya sendiri di
pantulan air sungai. Narcissus pun mati karena terjatuh ke sungai waktu dia
mendekati pantulan wajahnya.
-
Sangat sensitif jika ada seseorang wanita yang tlah
sangat terpaku pada kecantikan diri, jika dia percaya diri kepada
kecantikkannya dia akan sombong dan angkuh. Tetapi jika dia melihat wanita yang
lebih cantik dari padanya, dia akan melakukan hal apa saja yang membuat dia perfect dilihat oleh orang lain.
Sehingga dia tak tahu rasa takut jika terjadi musibah/penyakit lain.
-
Tujuan baik pun nggak cukup kalo dilakuin secara
serampangan. Ngasih cinta yang terlampau besar ke diri sendiri sangat mungkin
bikin kita jadi angkuh dan sombong. Efek positif yang harusnya diperoleh
akhirnya dikacaukan dengan sikap destruktif terhadap diri sendiri. Maka
itu, penting banget ngejaga porsi self-love supaya nggak berlebih.
Usaha untuk mencintai
diri lebih, antara lain:
Kami sering diberitahu bahwa kita perlu balajar untuk mencintai diri
sendiri. Berhenti sejenak dan berfikir. Apa artinya itu? Bagaimana kita tahu
perbedaan antara cinta diri dan cinta yang egois? Apa yang dapat kita lakukan
secara praktis untuk mencintai diri kita sendiri dengan cara yang benar?
Namanya cinta berarti harus ngasih efek positif buat kualitas diri. Cita diri
mengisi kita dengan sukacita, kedamaian, dan cinta yang mencukupi sehingga
keinginan kita untuk menjadi manusia yang mengasihi tubuh.
Self love yang baik itu nggak egois karena ia besar rasa empati dan belas
kasih. Penghargaan tinggi buat kualitas diri sendiri bukan orang yang
ngeremehin orang lain.
- Bergaul sama orang-orang positif berpengaruh baik
buat kesehatan jiwa. Cobalah menetapkan batasan pada orang-orang
yang tidak tahu cara mendorong tingkat cinta terbesar dalam diri kita.
- Jaga selalu tubuh dan penampilan. Boleh aja makan
makanan yang enak, tapi inget bahwa tubuh bakal selalu kita bawa hingga
tua. Hindarin mengonsumsi apapun tanpa berpikir efek jangka panjangnya.
Biasain olahraga dan perhatiin apa yang kita pakai di tubuh. Jangan
ngerusak diri dengan bersikap seenaknya ke badan kita sendiri. Handphone atau
mobil yang benda mati aja kita rawat, masa mau cuek sama tubuh sendiri?
- Jangan terlalu keras sama diri sendiri. Beri
diri istirahat! Jerawat, tinggi badan pas-pasan dan kekurangan ‘biasa’
itu hal lumrah yang masih pantes buat disyukurin.
- Mencintai diri sendiri juga ditunjukkin dengan tegas
memilih apa aja yang kita mau. Ini bikin kita terhindar dari pemborosan
energi secara percuma. Jangan mentolerir penganiayaan oleh orang
lain.
- Sikap rendah hati dan bahagia dengan apa yang udah
dimilikin juga nggak kalah pentingnya lho. Dengan selalu berdoa dan
bersyukur, kita udah nunjukkin rasa cinta yang terdalam ke diri sendiri.
Apakah orang yang terlalu mencitai diri dan narsis sama?
Ya, menurut kami sama, karena
terlalu mencintai diri sendiri seperti contoh dari seorang tokoh Mitologi Yunani,
yaitu Narcissus. Beliau telah ‘jatuh cinta’ pada bayangannya sendiri yang
membuat beliau angkuh dan sombong sehingga beliau mati karena karena terjatuh
ke sungai waktu dia mendekati pantulan wajahnya.
Bagaimana membedakan
orang yang mencintai diri dan narsis?
Coba tanyakan empat pertanyaan berikut untuk membedakan apakah kita sudah
mencintai diri sendiri atau hanya narsistik:
1.
Adakah kebutuhan
untuk meningkatkan kualitas diri agar dapat melawan orang lain?
Orang yang mencintai diri sendiri dengan normal percaya bahwa dirinya memiliki kualitas positif, begitu juga orang lain. Jika kita narsistik, kita cenderung membandingkan diri dengan orang lain, termasuk percaya bahwa kita lebih baik dari semua orang. Penelitian menunjukkan, sebagian besar orang narsistik cenderung menempatkan diri di atas rata-rata orang kebanyakan, meskipun tidak sesuai kemampuan mereka.
Orang yang mencintai diri sendiri dengan normal percaya bahwa dirinya memiliki kualitas positif, begitu juga orang lain. Jika kita narsistik, kita cenderung membandingkan diri dengan orang lain, termasuk percaya bahwa kita lebih baik dari semua orang. Penelitian menunjukkan, sebagian besar orang narsistik cenderung menempatkan diri di atas rata-rata orang kebanyakan, meskipun tidak sesuai kemampuan mereka.
2.
Apakah
Anda lebih fokus pada 'terlihat baik' daripada melakukan segala sesuatu dengan
baik?
Orang narsistik fokus bermain peran sebagai teman yang peduli, kekasih setia, atau karyawan yang baik. Mereka lebih peduli bagaimana mereka terlihat ketimbang bagaimana kualitas sebenarnya dari kinerja mereka. Sedangkan orang yang mencintai diri sendiri berusaha melakukan segala hal dengan baik karena merasa bertanggung jawab.
Orang narsistik fokus bermain peran sebagai teman yang peduli, kekasih setia, atau karyawan yang baik. Mereka lebih peduli bagaimana mereka terlihat ketimbang bagaimana kualitas sebenarnya dari kinerja mereka. Sedangkan orang yang mencintai diri sendiri berusaha melakukan segala hal dengan baik karena merasa bertanggung jawab.
3.
Butuhkah Anda
akan validasi eksternal?
Seorang narsistik membutuhkan validasi orang lain
untuk kehebatannya. Mereka butuh penegasan konstan dari orang lain. Mereka
mungkin melakukan segala hal gila untuk memenangkan pujian dan pengakuan.
Narsistik juga cenderung mengukur kelayakan mereka berdasarkan simbol status
seperti perhiasan, pakaian, kekasih yang romantis, dan lainnya. Sedangkan orang
yang mencintai diri sendiri percaya pada nilai-nilai diri mereka tanpa perlu
pengakuan orang lain, dan mereka mempertahankan nilai-nilai itu untuk dirinya
sendiri.
4.
Apakah
emosi dan sikap tampak 'hitam-putih'?
Penelitian menemukan bahwa narsistik cenderung
tidak menoleransi sesuatu yang abu-abu. Mereka tidak bisa menoleransi
perasaaan tidak nyaman, cenderung ingin menguasai orang lain, sering merasakan
kecewa, dan merasa terisolasi.
Sedangkan orang yang mencintai diri sendiri dengan normal mampu terhubung dengan orang lain. Menikmati kerentanan diri sendiri, dan secara alami menoleransi ketidakpastian emosi sehingga bisa merasakan kasih sayang.
Sedangkan orang yang mencintai diri sendiri dengan normal mampu terhubung dengan orang lain. Menikmati kerentanan diri sendiri, dan secara alami menoleransi ketidakpastian emosi sehingga bisa merasakan kasih sayang.
Anda bisa coba ini: Lakukan meditasi cermin. Anda dapat menggunakannya
untuk melatih kesadaran diri. Jika selama ini kita menggunakan cermin untuk
memproyeksikan bagaimana diri kita di mata orang lain, kali ini kita akan
menggunakan cermin untuk memahami diri sendiri.
Apakah sifat narsisme
ada sejak lahir?
Sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir, bahkan Andrew
Morrison berpendapat bahwa dimilikinya sifat narsisisme dalam jumlah yang cukup
akan membuat seseorang memiliki persepsi yang
seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain. Narsisisme
(+) memiliki sebuah peranan yang sehat dalam artian membiasakan seseorang untuk
berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain demi membuat dirinya
bahagia. Namun apabila jumlahnya berlebihan (-), dapat menjadi suatu
kelainan kepribadian yang bersifat patologis. Kelainan
kepribadian atau bisa disebut juga penyimpangan kepribadian merupakan istilah
umum untuk jenis penyakit mental
seseorang, di mana pada kondisi tersebut cara berpikir, cara memahami situasi
dan kemampuan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi normal. Kondisi
itu membuat seseorang memiliki sifat yang menyebabkannya merasa dan berperilaku
dengan cara-cara yang menyedihkan, membatasi kemampuannya untuk dapat berperan
dalam suatu hubungan.
Seseorang yang narsis biasanya terlihat memiliki rasa
percaya diri yang sangat kuat, namun apabila narsisme yang dimilikinya sudah
mengarah pada kelainan yang bersifat patologis, maka rasa percaya diri yang
kuat tersebut dapat digolongkan sebagai bentuk rasa percaya diri yang tidak sehat,
karena hanya memandang dirinya sebagai yang paling hebat dari orang lain tanpa
bisa menghargai orang lain. Selain itu, seseorang dengan sifat narsis yang berlebihan memiliki
kecenderungan untuk meninggikan dirinya di hadapan orang lain, menjaga harga dirinya
dengan merendahkan orang lain saat orang lain memiliki kemampuan atau hal yang
lebih baik darinya, bahkan tidak segan untuk mengasingkan orang lain untuk
memperoleh kemenangan.
Beberapa teori yang berlaku saat ini menyatakan bahwa penyebab narsisme dipengaruhi
beberapa hal seperti faktor biologis dan
genetik, faktor sosial, dan faktor psikologis seseorang.
2.
Gejolak
Hati
Terkadang was-was muncul dalam keadaan tertentu lantaran kegalauan hati
yang sangat keras akan hal-hal yang spele dan remeh. Ketika ia tidak
mendapatkan sesuatu yang dapat menyibukkan dirinya, ia akan memikirkan masalah
dan khayalan sia-sia, sehingga sering kali hal itu menyeretnya kedalam
pemikiran was-was. Sebagian orang berkeyakinan bahwa pemikiran yang disertai
perasaan was-was sebenarnya merupakan sejenis kegelisahan yang timbul dari
penyakit kejiwaan yang dapat disembuhkan dengan mudah. Contoh:
- Ketika seorang anak kecil
megotori badannya, maka ia akan segera melawan guncangan jiwa lantaran
takut akan hukuman ibunya dengan cara mencuci kotoran tersebut berulang
kali. Dan, pengulangan itu memberikan kemungkinan bagi muncul dan
tertanamnya pemikiran yang bersifat was-was tersebut.
- Seseorang yang kita sukai
dengan wanita lain, kita akan berfikiran serta mengkhayal bahwa doi dan
wanita itu? Pikiran seperti ini adalah contoh dari seseorang dengan pemikiran yang was-was.
3.
Lalai
dalam Mengingat Allah
Dalam beberapa hadits dan riwayat Shahih disebutkan bahwa was-was dalam
keadaan tertentu akan muncul sebagai akibat kelalaian seseorang dalam mengingat
Allah, berpaling dari (mencari) hikmah-Nya, dan mengentengkan perintah dan
larangan-Nya. Terkadang was-was juga akan muncul dari setan yang telah
mengguncangkan jiwanya.
Ya, orang yang hatinya bersih dan yakin kepada Allah tidak akan terkena
penyakit ini, kecuali bila menderita cacat atau penyakit tertentu. Dari sudut pandang agama, mengingat Allah
ibarat benteng kuat dan baju besi yang melindungi manusia dari berbagai macam
bahaya, seperti penyakit kejiwaan. Sebagaimana, kita juga dapat
menjadikannya sebagai pijakan dalam proses pengobatannya. Beberapa riwayat
menyebutkan bahwa was-was bisa muncul sebagai akibat perbuatan haram dan mungkar, sebaliknya mencari perlindungan
Allah dapat mencegah seseorang dari dampak negatifnya.
4.
Rasa
takut dan malu
Mungkin, sifat malu merupakan salah satu diantara faktor penyebab
was-was, sebab seorang pemalu adalah orang yang takut dan berdiam diri. Inilah
yang mengharuskan kita membahas tentang sebab-sebabnya pada anak-anak.
Karena itu, mereka yang pada masa kecilnya telah mendapatkan pelecehan
dan perlakuan keras, pada masa dewasanya tidak akan mampu menghadapi masalah
yang sangat besar dan menyelesaikannya secara benar. Ini menunjukkan bahwa
seorang pemalu akan berusaha dengan berbagai macam cara untuk melaksanakan
pekerjaan dengan sebaik-baiknya agar tidak menjadi bahan penilaian dan cemoohan
orang lain. Inilah yang mendorongnya melakukan pekerjaan secara berulang agar
dapat menyelesaikannya sebaik mungkin, yang pada akhirnya menjerumuskannya kedalam
was-was.
5.
Tidak
merasa aman
Dalam keadaan tertentu, perasaan tidak aman merupakan faktor penyebab
terjadinya was-was. Dengan kata lain, sebagian orang akan menderita was-was
lantaran dirinya merasakan tidak adanya keamanan. Terkadang, perasaan semacam
ini merupakan akibat dari lemahnya kepribadian dan tidak adanya kemampuan dalam
mengendalikan diri.
Tidak diragukan lagi bahwa benturan kejiwaan yang datang secara tiba-tiba
pada diri seseorang akan mendorong munculnya perasaan tidak aman dalam diri, yang
kemudian akan menyebabkan tertimpa was-was. Sebagaimana, tekanan jiwa akan menghilangkan perasaan aman dalam pikiran
seseorang. Ini juga merupakan penyebab lemahnya kepribadian dan menjadikannya
sebagai sasaran empuk bagi penyakit was-was.
6.
Jiwa
yang lemah
Kelemahan jiwa dalam diri seseorang dapat mencapai suatu taraf dimana ia
sendiri kehilangan kekuatan untuk mengendalikannya, sehingga kita mendapatinya
dengan terpaksa menyerah dihadapan kejadian-kejadian yang dialaminya. Ketika ia
menampakkan keinginan agar seluruh pekerjaannya sebanding dengan orang yang
lebih utama darinya, maka perasaan ini akan berubah kedalam bentuk perasaan
lemah.
USAHA-USAHA
UNTUK MENGATASI KEGELISAHAN
1. Membentuk kebiasaan Mental yang baru
Mengatasi sumber kecemasan yang mampu diubah.
Terkadang kecemasan berakar dari perasaan kewalahan akibat begitu banyak
hal-hal kecil yang perlu diselesaikan. Seperti gabungan dari tumpukan
tugas-tugas kecil akan berujung dengan beban yang memicu kegelisahan. Seperti
pepatah “Sedikit demi sedikit, lama-lama
menjadi bukit”. Menangani masalah dengan cara meyakinkan diri sendiri bahwa
memiliki kekuatan untuk menyelesaikan masalah satu per satu, dapat membantu mengurangi kegelisahan dengan
segera.
Contoh
- Segera menyelesaikan
tugas-tugas yang walaupun kecil, tetapi cukup mengganggu, supaya tidak
menumpuk,
- Membayar tagihan secara
tepat waktu,
- Merampungkan pembayaran pajak sedini
mungkin,
- Menepati janji kunjungan
ke dokter dan dokter gigi, dan sebagainya.
2. Mengubah cara berpikir mengenai sumber-sumber kecemasan
yang tidak mampu dikontrol.
Sejumlah sumber kecemasan tidak bisa hilang dalam waktu dekat. Penyakit,
masalah keuangan, masalah hubungan pribadi, dan sumber-sumber permanen
kecemasan lain yang tidak mudah diatasi, tetapi berpikir mengenai hal tersebut
dengan cara yang berbeda dan positif mampu mengurangi stres dan ketakutan yang
ditimbulkannya. Meminimalkan waktu yang banyak dihabiskan (tidak ush
buang-buang waktu) untuk memikirkan sumber utama stres yang kita rasakan. Anda
tidak akan bisa mengubah kondisi dengan cara mengkhawatirkannya secara obsesif.
Salah satu cara untuk berfikir beda:
·
Mengambil tindakan semampu kita untuk memperbaiki
situasi.
Sebagai contoh, Berkonsultasilah dengan konselor keuangan untuk membantu
Anda menyelesaikan masalah keuangan.
·
Habiskan waktu untuk memikirkan hal lain atau
melakukan aktivitas yang menyenangkan, meskipun hanya berjalan-jalan atau
menonton sebuah episode dari acara favorit.
3. Melatih pikiran agar tidak gelisah
Apakah Anda pernah mencoba meditasi? Meditasi adalah metode yang
bermanfaat untuk menghilangan kegelisahan dengan serta-merta. Dengan latihan,
metode ini mampu menciptakan perbaikan terhadap kondisi pikiran untuk jangka
panjang serta meningkatkan kesehatan mental.
Jika Anda seorang pemula, gunakan CD meditasi dengan panduan atau
bergabung dengan kelas meditasi. Pemimpin meditasi akan mengajarkan Anda cara
untuk menenangkan pikiran dan meraih ketenangan ketika pikiran Anda mulai
kalut.
Meditasi kesadaran juga bisa memberikan manfaat. Metode ini melibatkan
pemusatan perhatian pada sumber kecemasan sampai Anda mampu mengatasinya,
supaya pikiran Anda bebas untuk memikirkan hal lain dalam waktu yang tersisa. Jika
Anda cenderung bangun dalam keadaan gelisah, segera beranjak dan menuju ke
tempat yang sepi dan damai di rumah. Luangkan waktu 5 menit untuk memikirkan
kekhawatiran dan rencana untuk mengatasi situasi yang dapat dirubah. Setelah
itu, jalani hari dengan kesadaran bahwa Anda sudah mengatasi masalah yang
selama ini mengganggu.
4. Mencurahkan perasaan
Jangan membiarkan perasaan cemas terpendam di dalam diri, itu adalah
resep untuk serangan kecemasan.
-
Mendiskusikan perasaan Anda dengan orang lain adalah
langkah yang sangat penting. Anda bisa mendapatkan perspektif dari orang lain,
dan bahkan mungkin mendapatkan sejumlah ide yang baik untuk memecahkan sebagian
masalah yang Anda hadapi.
-
Jika dalam hubungan, Berbicara dengan orang yang
dicintai dan dipercayai adalah tempat yang baik untuk memulai langkah ini. Pasangan,
orang tua, saudara, atau teman baik sangat mengenal Anda dengan baik dan
mungkin bisa memberikan perspektif mengenai cara mengurangi kegelisahan.
Meskipun demikian, adakalanya orang-orang terdekat terkadang bisa jadi
merupakan sumber kecemasan itu sendiri.
-
Berkonsultasi dengan seorang terapis. Terapis adalah
seorang profesional dan pendegar yang obyektif, serta dibayar untuk memberikan
solusi dalam mengatasi kegelisahan yang Anda rasakan. Jika Anda mengalami
kecemasan terus-menerus yang tidak mampu diatasi seorang diri, Anda perlu
mencoba terapi.
Melakukan perubahan
gaya hidup
- Menghentikan konsumsi makanan dan minuman yang
memicu kegelisan
Membatasi asupan makanan dan minuman yang berbahaya
akan sangat bermanfaat untuk menenangkan pikiran dan senantiasa menstabilkan
detak jantung.
-
Membatasi makanan bergula dan bertepung. Hampir
kebanyakan makanan "penawar hati" termasuk dalam kategori gula atau
pati, namun makanan seperti ini menyebabkan
lonjakan kadar gula darah dan memicu kecemasan yang lebih besar.
-
Mengurangi konsumsi kafein. Kafein menstimulasi
sistem saraf, karena itu minum
secangkir kopi di pagi hari dapat meningkatkan rasa cemas yang Anda rasakan.
Anda sebaiknya berhenti minum sama sekali atau hanya mengonsumsi satu cangkir
kopi sehari.
-
Membatasi asupan alkohol Anda. Beralih ke alkohol
saat Anda ingin membebaskan pikiran dari stress adalah godaan yang sulit
dihindari. Namun, rasa lega sementara
akibat alkohol pada akhirnya malah semakin meningkatkan kegelisahan yang Anda
rasakan. Alkohol adalah depresan
yang menjadikan suasana hati Anda semakin memburuk, selain itu efeknya pada
tubuh - dehidrasi, retensi air, dan efek
negatif terhadap kesehatan jangka panjang - adalah dengan sendirinya pemicu
kegelisahan.
-
Selain makan banyak buah-buahan, sayuran,
biji-bijian, serta daging tanpa lemak untuk menjaga kesehatan tubuh. makanan
ini mampu memberikan dorongan ekstra pada
suasana hati Anda: Mengonsumsi acai berry, blueberry, dan makanan lain yang
mengandung antioksidan tinggi. Detoksifikasi
juga dapat mengurangi kegelisahan. Makanan dengan kandungan magnesium dan
kalium seperti kacang-kacangan, cokelat hitam, dan pisang. yang tinggi juga
mampu mengurangi stress secara alami.
Studi menunjukkan bahwa individu yang rajin berolahraga memiliki tingkat kecemasan yang rendah. Menjalani
latihan fisik akan meningkatkan sirkulasi
serta memompa endorphin yang dapat meningkatkan suasana hati.
Latihan-latihan yang dapat dicoba antara lain:
-
Latihan kardio seperti bersepeda, berjalan cepat,
berlari, atau berenang.
-
Latihan angkat beban untuk mengencangkan otot Anda.
-
Latihan untuk menguatkan tubuh seperti yoga dan
"Pilates".
- Mengubah ruang fisik
Adakalanya kegelisahan bertambah parah karena dipicu oleh tempat tinggal
atau bekerja di ruangan yang tidak nyaman. Ruangan tempat menghabiskan sebagian
besar waktu, dapat memberikan dampak yang besar pada suasana hati. Cobalah
melakukan perubahan berikut untuk mengurangi kegelisahan yang dirasakan
sehari-hari.
-
Menyingkirkan barang-barang yang menumpuk dan
berserakan. Tumpukan buku dan surat, barang-barang daur ulang yang menunggu
untuk dibuang, atau fail yang perlu disingkirkan di sekitar rumah dapat
memperburuk kegelisahan.
-
Rapihkan rumah dan ruangan kerja. sehingga semuanya
terletak pada tempatnya dan tidak berserakan, serta luangkan waktu setiap hari
untuk memungut barang-barang dan menyimpannya.
-
Mendekorasi ulang sebuah atau beberapa ruangan. Memperbarui
situasi akan memberikan Anda perspektif baru. Mengecat kamar tidur atau ruang
tamu Anda dengan warna yang berbeda, membeli seprai atau bantal baru, serta
menyusun ulang perabotan.
-
Meluangkan waktu di tempat yang baru. Melakukan
perjalanan akhir pekan, atau cukup dengan berjalan-jalan di sebuah taman yang
terletak di sisi lain kota tempat tinggal Anda, untuk mengubah rutinitas
sesekali. Merangsang otak dengan pemandangan, suara dan bau yang baru dapat
menjadi penyegar suasana hati.
- Mengonsumsi obat alami antikecemasan
Banyak orang mendapat pertolongan dari penggunaan tumbuh-tumbuhan dan
bahan alami lainnya yang telah terbukti mengurangi kegelisahan dari waktu ke
waktu. contoh obat-obatan alami berikut:
-
Bunga kamomil. Bunga yang baunya sangat kuat
ini memiliki efek penenang. Anda bisa membeli sekotak teh, ekstrak atau
suplemen kamomil.
-
Akar "valerian". Akar ini cukup populer di
Eropa sebagai obat antikecemasan.
-
"Kava kava". Tanaman Polinesia ini memiliki efek sedative yang
dikatakan mampu mengatasi kegelisahan.
Dalam beberapa kasus, kecemasan tidak dapat diatasi sendiri dengan
melakukan perubahan mental dan fisik. Jika Anda memiliki serangan kecemasan
atau merasa mungkin memiliki gangguan kecemasan, sangat penting untuk segera mengunjungi dokter. Anda bisa memperoleh
salah satu obat resep dari begitu banyak obat antikecemasan di pasaran, yang
telah memberikan pertolongan bagi banyak orang yang menderita kecemasan kronis.
PENGERTIAN
KETERASINGAN DAN KESEPIAN
Keterasingan
alienasi/ali·e·na·si/ /aliénasi/ n 1 keadaan merasa
terasing (terisolasi); 2 penarikan diri atau pengasingan diri dari
kelompok atau masyarakat; 3 pemindahan hak milik dan pangkat kepada
orang lain;
Sartre (dalam van der Weij, 1991:154) mengatakan bahwa keterasingan
merupakan akibat dari adanya konflik yang ditimbulkan oleh relasi-relasi
antarmanusia. Pada sisi lain, Sartre juga menyebutkan bahwa keterasingan
manusia adalah keterasingan bagi
tubuhnya sendiri yang ditemui pada orang lain. Artinya, seolah-olah orang lain
merampas tubuh kita kemudian menyusun dunianya sendiri dengan menyertakan
ketubuhan kita sebagai bagian dari dunianya. Keterasingan antara diri kita
dengan tubuh sendiri membuat kehilangan
penguasaan terhadap tubuh. Hal itu dapat ditemui pada gerak-gerik tertentu yang
terobyektifkan.
Menurut Binswanger (dalam Koeswara,
1987:24) keterasingan identik dengan isitilah keterlemparan diri sendiri.
Binswanger menggunakan isitilah keterlemparan untuk menunjuk pada kondisi
keterasingan, yakni kondisi individu yang merasa asing dengan diri sendiri dan tunduk atau menyerah
pada kekuatan-kekuatan di luar dirnya. Manusia tidak selamanya dapat berhasil
dan bebas merealisasikan kemungkinan-kemungkinan. Dengan demikian, manusia
tidak selalu dapat mencapai keinginan-keinginan dirinya. Hal itu disebabkan
oleh adanya situasi batas yang tidak dapat dilampauinya. Eksistensi manusia
selalu berhadapan dengan situasi batas yang sulit dihindari tetapi dirasakan
oleh kesadaran, yaitu adanya kematian, kegagalan, penderitaan, kesalahan,
nasib, dan sebagainya.
Keterasingan berasal dari kata terasing. dan kata itu adalah dari kata dasar asing.
Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal, sehingga kata terasing berarti,
tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi
kata terasing berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pegaulan,
terpencil atau terpisah dari yang lain. Keterasingan adalah bagian hidup
manusia. Sebentar atau lama, orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan
sudah tentu dengan sebabdan kadar yang berbeda satu sama lain. Salah satu yang
menyebabkan orang berada dalam keterasingan ialah perilakunya yang tidak dapat
diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada
pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam
masyarakat.
Contoh: Orang yang bersifat sombong angkuh, besar kepala, tidak
menghormati orang lai selalu akan tersisih dari pergaulan masyarakat, karena
perilaku semacam ini tidak disenangi dan dibenci oleh masyarakat. Orang lain
akan merasa tersentuh nilai-nilai kemanusiaannya apabila bergaul dengan orang
angkuh, sombong, dan tidak menghormati orang lain. Karena itu ia dibenci orang
lain, sehingga membuat ia dalam keterasingan.
Dari berbagai pandangan
tentang pengertian alienasi atau keterasingan yang diuraikan di atas dapat
disimpulkan bahwa
Kesimpulan : Keterasingan merupakan keterputusan manusia dengan dirinya
sendiri maupun dunia luar. Keterasingan tampak pada pola pikir, sikap, dan
tindakan dalam menghadapi persoalan hidup. Dalam kondisi demikian, manusia akan
menemukan dirinya tidak berdaya, tidak berharga, dan kehilangan gairah hidup.
Yang dimaksud dengan keterputusan manusia dengan dirinya sendiri, adalah
manusia kehilangan kontak dengan dirinya sendiri karena persoalan yang berasal
dari diri sendiri. Sementara itu, keterputusannya dengan dunia luar, yakni
manusia telah kehilangan kontak dengan dunia luar atau sesamanya.
Kesepian
sepi/se·pi/ a 1 sunyi; lengang: duduk di tempat yang
--; 2 tidak ada orang (kendaraan dan sebagainya); tidak banyak tamu
(pembeli dan sebagainya); tidak ada kegiatan; tidak ada apa-apa; tidak
ramai: sudah sepekan ini pasar karet --; negeri itu sudah --; 3
dianggap tidak ada apa-apa; tidak dihiraukan sama sekali: -- dari
(gangguan, bahaya, dan sebagainya), tidak ada atau terlepas dari
(gangguan, bahaya, dan sebagainya); tidak -- dari (gangguan, bahaya, dan
sebagainya), selalu ada (gangguan, bahaya, dan sebagainya); tidak terlepas
dari (gangguan, bahaya, dan sebagainya);
kesepian/ke·se·pi·an/ n 1 keadaan sepi; kesunyian;
kelengangan: radio itu dipasangnya keras-keras untuk mengusir -; 2 perasaan
sunyi (tidak berteman dan sebagainya);
Kesepian adalah emosi kompleks dan biasanya tidak menyenangkan, yang
merupakan respon isolasi. Kesepian biasanya
mencakup perasaan cemas terhadap kurangnya koneksi atau komunikasi dengan
makhluk lain, baik di masa sekarang dan berkembang ke masa depan. Dengan
demikian, kesepian bisa dirasakan bahkan saat dikelikingi oleh orang lain.
Penyebab kesepian bervariasi dan meliputi faktor sosial, mental, emosional dan
fisik. (Wikipedia).
Penelitian telah menunjukkan bahwa kesepian terjadi di seluruh
masyarakat, termasuk orang-orang dalam perkawinan, hubungan, keluarga, veteran,
dan mereka yang memiliki karier yang sukses. Kesepian telah menjadi tema
yang sering dieksplorasi dalam literatur manusia sejak zaman kuno. Kesepian
juga telah digambarkan sebagai rasa sakit sosial -
sebuah mekanisme psikologis yang dimaksudkan untuk memotivasi seseorang agar
mencari koneksi sosial. Kesepian sering didefinisikan dalam kaitannya
dengan keterhubungan seseorang dengan orang lain, atau lebih khusus lagi
sebagai "pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi ketika jaringan
hubungan sosial orang kekurangan dengan cara yang signifikan". (wikipedia)
Kesepian adalah keadaan emosi dan kognitif yang tidak bahagia yang
diakibatkan oleh hasrat akan hubungan akrab tetapi tidak dapat mencapainya. Individu
yang tidak menginginkan teman bukan orang yang kesepian, tetapi seseorang yang
menginginkan teman dan tidak memilikinyalah orang yang kesepian. Kesepian
adalah pengalaman subjektif.
Kesepian juga dideskripsikan sebagai kesakitan sosial - suatu mekanisme
psikologis untuk memperingatkan seorang individu atas isolasi yang tidak
diinginkan dan memotivasinya untuk mencari hubungan sosial.
Sebagai makhluk sosial, rasanya tidak ada orang yang ingin kesepian, tanpa punya sahabat tempat berbagi perasaan atau juga tidak punya keterikatan emosional dengan pasangan. Orang-orang yang kesepian cenderung menilai dirinya sebagai orang yang tidak berharga dan tidak dicintai. Akhirnya ia pun tidak nyaman berada di lingkungan mana pun.
Sebagai makhluk sosial, rasanya tidak ada orang yang ingin kesepian, tanpa punya sahabat tempat berbagi perasaan atau juga tidak punya keterikatan emosional dengan pasangan. Orang-orang yang kesepian cenderung menilai dirinya sebagai orang yang tidak berharga dan tidak dicintai. Akhirnya ia pun tidak nyaman berada di lingkungan mana pun.
Selain mendatangkan penyakit, kesepian yang dirasakan seseorang juga bisa
membuatnya kedinginan dan mudah terserang flu. Menurut peneliti dari
Universitas Toronto, Kanada, orang-orang yang merasa dirinya terasing sering
merasa kedinginan di sebuah ruangan bila dibandingkan dengan orang yang
bahagia.
Perasaan kesepian adalah sebuah fenomena universal yang dapat terjadi
pada setiap individu dalam ras manapun, usia berapapun, dan sepanjang kehidupan
sejarah manusia. Orang-orang kota yang hidupnya dikelilingi segala fasilitas
ternyata ditemukan memiliki rasa kesepian ini. Pada masyarakat urban (perkotaan)
yang impersonal lebih mudah ditemukan sebuah kondisi perasaan sepi atau
sendiri, dimana individu menemui individu lain tidak sebagai dirinya sendiri,
melainkan sebagai bentukan dari tugas-tugas atau kewajiban dalam masyarakat
saja.
Di tengah sebuah perkembangan dalam teknologi komunikasi yang sedemikian
maju, yang memungkinkan berbagai jenis orang dari berbagai daerah di penjuru
dunia untuk saling berkomunikasi, berbagi jasa, informasi maupun data melalui
teknologi canggih misalnya, ternyata ditemukan orang-orang yang merasa sedih
karena “sendiri”. Lebih parahnya lagi, para ahli menyebutkan bahwa kondisi ini
merupakan kondisi awal dari terjadinya bentuk-bentuk gangguan jiwa yang lebih
berat seperti depresi, stress, agresi, bunuh diri bahkan dapat memicu ke dalam
berbagai bentuk kecanduan (cth: kecanduan narkoba, alkohol, internet, judi,
dll) yang awalnya dikarenakan individu ingin melarikan diri dari rasa
kesepiannya tersebut. (Kristanto, Yonatan Pandu)
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa
Kesimpulan : Kesepian merupakan suatu perasaan yang tidak menyenangkan
yang ditandai dengan emosi-emosi negatif dan perasaan yang tidak menyenangkan
yang dimiliki seseorang serta adanya ketidaksesuaian antara hubungan sosial
yang diharapkan dan ketersediaan hubungan yang dimiliki.
Penyebab Kesepian
Ada empat penyebab dasar dari kesepian:
1. Transisi kehidupan.
Transisi yang menyebabkan perubahan sehingga kita merasa kesepian. Menjadi tua
kemudian ditinggalkan anak dapat menciptakan kesepian dalam hidup. Berganti
pekerjaan, sakit keras, pensiun, dapat menimbulkan kesepian.
Setiap pengalaman baru
yang kita hadapi dapat menimbulkan kesepian. Yang membuatnya lebih buruk, kita
cenderung mengisolasikan orang-orang yang sedang sekarat.
2. Keterpisahan.
Ketika kita diisolasi dalam pengertian terpisah dari teman-teman dekat,
terpisah dari keluarga anda (dikarenakan karier, praktek kuliah, wajib militer,
atau alasan lainnya) itu dapat menyebabkan kesepian. Apalagi mereka
yang sulit diakses oleh alat komunikasi apapun. Sungguh mereka akan bisa
merasakan kesepian. Keterpisahan lainnya adalah perceraian/putus hubungan. Ini
juga penyumbang besar masalah kesepian dalam masyarakat.
3. Direndahkan/dipermalukan.
Dalam dunia pekerjaan, dunia pendidikan atau dalam relasi sosial dengan orang
lain, bila mendapatkan ucapan yang merendahkan atau dipermalukan di depan umum
akan menimbulkan rasa kesepian yang dalam. Kita merasa diserang dan kita merasa
sendirian karena tidak ada yang membela. Melewati pengalaman seperti ini
menimbulkan perasaan kesepian yang menyakitkan.
Godaan terbesar dari
orang yang merasakan kesepian dalam kondisi ini adalah menarik diri dan
membangun tembok anda sendiri. Tetapi, justru dengan melakukan hal ini hanya
akan membuat orang ini semakin kesepian.
4. Penolakan.
Kita merasa sakit hati, tidak dianggap, tidak berguna, tidak bisa
diandalkan, tidak dicintai dan lain sebagainya.
PENGERTIAN
KETIDAKPASTIAN
KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian
berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu (pikirannya) atau mendua, atau
apa yang dipikirkan tidak searah dan kemana tujuannya tidak jelas. Itu semua
akibat pikirannya yang tidak dapat konsentrasi. Ketidakkonsentrasian itu
disebabkan oleh berbagai sebab, yang paling utama adalah kekacauan
pikiran. Ketidakpastian atau ketidaktentuan adalah bagian hidup manusia. Setiap
orang hidup pasti pernah mengalaminya. Bahkan anak kecil sekalipun pernah
mengalaminya, misalnya, ketika anak kecil ditinggalkan ibunya, ia menangis
kebingungan. Kebingungan itu menunjukan adanya ketidakpastian, seperti anak
ayam yang kehilangan induknya.
Sebab-sebab ketidakpastian
Menurut Siti
Meichati dalam bukunya Kesehatan
Mental menerangkan
beberapa penyebab seseorang tak dapat berpikir dengan pasti. Sebab-sebab itu
ialah :
1. Obsesi
Obsesi
merupakan gejala neurose jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang
terus-menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau penyebab
lain yang tidak diketahui oleh penderita. Misalnya selalu berpikir ada orang
yang ingin menjatuhkan dia. Contoh : Seorang pedagang yang maju pesat, pada
suatu saat berpikir olehnya ada kswan yang ingin menjatuhkannya. Pikirannya itu
semakin menjadi-jadi, apalagi setelah ia mengalami kerugian.
2. Phobie
Phobie
adalah rasa ketakutan yang tak terkendalikan atau tidak normal terhadap sesuatu
hal atau kejadian, tanpa diketahui sebab-sebabnya. Contoh : Orang yang takut
terhadap tempat yang tinggi. Secara tidak sengaja, ia terus menelusuri jalan
mendaki. Sesampainya di puncak ketinggian, ia ketakutan luar biasa.
3. Kompulasi
Kompulasi
ialah adanya keraguan yang sangat mengenai apa yang telah dikerjakannya,
sehingga ada dorongan yang tidak disadari untuk selalu melakukan
perbuatan-perbuatan yang serupa berulang kali. Contoh : Keinginannya mengambil
barang orang (mencuri), padahal barang itu tidak bermanfaat baginya, dan ia
mampu andaikata ingin membelinya.
4. Histeria
Histeria
ialah neurose jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental kekecewaan, pengalaman
pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, atau sugesti
dari sikap orang lain. Contoh : Neneng, seorang gadis yang cukup manis, suatu
hari melihat pacarnya berjalan-jalan dengan seorang gadis yang belum pernah
dikenalnya. Rasa cemburu berkecamuk di hatinya dan setibanya di rumah dia beteriak
histeris.
5. Delusi
Menunjukan
pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan keyakinan palsu. Tidak dapat
memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan
pengalaman. Delusi ini ada tiga macam, yaitu :
- Delusi persekusi :
menganggap adanya keadaan yang jelek di sekitarnya. Akibatnya, banyak
orang menjauhinya.
- Delusi keagungan :
menganggap dirinya orang penting dan besar. Orang seperti ini biasanya
gila hormat dan menganggap orang di sekitarnya tidak penting. Akibatnya,
semua orang menjauhinya. Jadi, hampir sama dengan delusi persekusi.
- Delusi melankolis : merasa dirinya bersalah, hina dan berdosa. Hal ini
dapat mengakibatkan buyutan atau dikenal dengan nama delirium tremens.,
hilangnya kesadaran dan menyebabbkan otot-otot tak terkuasai lagi. Ia
kehilangan ingatannya sama sekali, mengalami tensi tinggi dan mengingat
sesuatu yang belum pernah dialami.
6. Halusinasi
Khayalan
yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera. Seperti para prewangan (medium)
dapat digolongkan pada pengalaman halusinasi. Dengan sugesti diri, orang dapat
juga berhalusinasi. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang yang
mabuk atau pemakai obat bius. Kadang-kadang karena halusinasi, orang merasa
mendapat tekanan-tekanan terhadap dorongan-dorongan itu menemukan sasarannya.
Ini tampak pada perbuatan-perbuatan penderita (penderita itu dapat menyadari
perbuatannya itu, tetapi tidak dapat menahan rangsangan khayalan sendiri).
Contoh : Doni memang seorang peminum. Bila sedang marah, ia makin banyak minumnya
sehingga mabuk dan mengoceh (berbicara) tidak menentu.
7. Keadaan
emosi
Dalam
keadaan tertentu, seseorang sangat dipengaruhi oleh emosinya. Jika emosi telah
menguasai keseluruhan pribadinya, ia akan mengalami gangguan nafsu makan,
pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah.
Sikapnya bisa apatis atau bisa juga terlalu gembira dengan melampiaskan dalam
gerakan-gerakan lari-larian, menyanyi, tertawa atau berbicara. Sikap ini dapat
pula berupa kesedihan menekan, tidak bernafsu, tidak bersemangat, gelisah,
resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu bahasa, atau termenung
menyendiri. Orang seperti ini tidak mungkin dapat berpikir dengan tenang dan
baik.
Untuk
mengatasi atau menghilangkan pikiran yang kacau itu perlu mencari penyebabnya.
Andaikata telah diketahui penyebabnya, namun kekacauan pikiran tersebut tidak
hilang, penderita perlu diajak ke psikolog.
Contoh tentang ketidakpastian :
Ketidakpastian
tentang lulus atau tidak dalam ujian sarjana yang sudah lama ditunggu-tunggu
membuat orang gelisah. lulus atau tidak lulus ujian sarjana akan menentukan
status atau karir seseorang dalam hidupnya. Ketidakpastian ini akan merugikan,
karena status dari karir itu terancam. Karena ketidakpastian itu status yang
telah ditetapkan oleh atasan menjadi hilang, berhubung ada orang lain yang
lebih dulu memenuhinya
PENGERTIAN HARAPAN DAN CITA-CITA
Harapan memiliki 3 arti. Harapan berasal dari kata dasar harap. Harapan adalah
sebuah homonimkarena
arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda.
Harapan memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga harapan dapat
menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang
dibendakan.
·
Harapan
berarti sesuatu yang dapat diharapkan
Contoh: Ia mempunyai harapan besar dapat memenangi pertandingan itu
·
Harapan
berarti keinginan supaya menjadi kenyataan
Contoh: Harapanku agar ia kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa
Contoh: Harapanku agar ia kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa
·
Harapan
berarti orang yang diharapkan atau dipercaya
Contoh: Pemuda harapan bangsa
Menurut C.R Snyder,
harapan adalah kemampuan untuk merencakan jalan keluar dalam upaya mencapai
tujuan walaupun adanya rintangan, menjadikan motivasi sebagai suatu cara dalam
mencapai tujuan. Jadi, Harapan/asa ialah bentuk dari kepercayaan akan
sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian yang akan berbuah
kebaikan di waktu yang akan dating
CITA-CITA
Cita-cita menurut
definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran.
Tidak ada orang hidup
tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
3 Faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita – citanya antara lain :
– Manusia itu sendiri,
– Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita – cita tersebut,
– Seberapa tinggi cita – cita yang ingin dicapai.
tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
3 Faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita – citanya antara lain :
– Manusia itu sendiri,
– Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita – cita tersebut,
– Seberapa tinggi cita – cita yang ingin dicapai.
2 Faktor kondisi yang
mempengaruhi tercapai tidaknya cita – citanya antara lain :
– Faktor yang menguntungkan,
dan
– Faktor yang menghambat.
– Faktor yang menghambat.
PERSAMAAN HARAPAN DAN CITA-CITA
keduanya menyangkut
masa depan, karena masa depan yang belum terwujud. Pada umumnya dengan
cita-cita maupun harapan orang memiliki keinginan masa depan untuk menjadi lebih baik atau meningkat sesuai apa yang diinginkannya.
PENGERTIAN KEPERCAYAAN
Kepercayaan adalah suatu sikap yang
ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa
dirinya telah mencapai kebenaran. Karena
keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar --
atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Contoh: Pada suatu masa,
manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan pusat tata surya, belakangan
disadari bahwa keyakinan itu keliru.
Contoh: Pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan pusat
tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru.
Teori Kebenaran
1.
Teori Korespondensi (The Correspondence Theory of Thruth) memandang bahwa kebenaran adalah kesesuaian
antara pernya-taan tentang sesuatu dengan kenyataan sesuatu itu sendiri.
Contoh: “Ibu kota Republik Indonesia adalah Jakarta”.
2.
Teori
Koherensi/Konsistensi (The
Consistence/Coherence Theory of Truth) memandang bahwa kebenaran ialah
kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan-pernyataan lainnya yang
sudah lebih dahulu diketahui, diterima dan diakui sebagai benar.
3.
Teori
Pragmatis (The Pragmatic Theory of Truth) memandang bahwa “kebenaran suatu
pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat
fungsional dalam kehidupan praktis”; dengan kata lain, “suatu pernyataan adalah
benar jika pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia”.
Kata kunci teori ini adalah: kegunaan (utility),
dapat dikerjakan (workability),
akibat atau pengaruhnya yang memuaskan
(satisfactory consequencies).
4. Teori
Struktural Paradigmatik
Suatu teori dinyatakan benar jika teori itu
berdasarkan pada paradigma atau perspektif tertentu dan ada komunitas ilmuwan
yang mengakui atau mendukung paradigma tersebut.
5. Teori
Performatik
Teori ini menyatakan bahwa kebenaran
diputuskan atau dikemukakan oleh pemegang otoritas tertentu. Contoh pertama
mengenai penetapan 1 Syawal. Sebagian muslim di Indonesia mengikuti fatwa atau
keputusan MUI atau pemerintah, sedangkan sebagian yang lain mengikuti fatwa
ulama tertentu atau organisasi tertentu.
USAHA
MENINGKATKAN KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN YME
Usaha itu antara lain:
Meningkatkan
ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
Meningkatkan
pengabdian kita kepada masyarakat.
Meningkatkan
kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan
sebagainya.
Mengurangi nafsu
mengumpulkan harta yang berlebihan.
Menekan perasaan
negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.