Sabtu, 22 Desember 2018

Manusia dan Kegelisahan


MANUSIA DAN KEGELISAHAN

Pengertian Kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatan, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan dapat diketahui dari gejala tingkah laku seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala, memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangan, duduk termenung sambil memegang kepala, duduk dengan wajah murung, dan malas bicara.

 PENYEBAB KEGELISAHAN
  • Pendapat Sigmund Freud
a.      Kecemasan tentang kenyataan (objektif)
Suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar dan kenyataan yang pernah dialami oleh seseorang di masa lalu yang membuat orang menjadi takut karenanya.

Contoh:
  • Seorang anak yang takut jika di rumah sendiri, karena sering menonton film horor.
  • Jika seseorang pernah dibentak yang membuat malu sekelilingnya, maka itu akan menjadi pengalaman yang akan diingat-ingat terus. Hingga membuat takut untuk tampil di depan umum, dan sebagainya.

b.      Kecemasan Neoritis (saraf)
Kecemasan ini timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, takut akan hal yang dibayangkan dan takut itu sampai menekan ego pengamatan tentang bahaya dari naruriah.
Sigmund freud sendiri membagi kecemasan ini menjadi 3 bagian :
1.      Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.
2.      Bentuk ketakutan yang tegang dan irasional (phobia). Sifat khusus dari phobia adalah bahwa, intensitif ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari objek yang ditakutkannya. Seperti contoh kasus bahwa setiap melihat atau bahkan menuliskan buah “nanas”, maka bulu kuduk akan berdiri dan merinding dibuatnya.
3.      Reaksi gugup atau setengah gugup, reaksi ini munculnya secara tiba-tiba tanpa adanya provokasi (pancingan) yang tegas.

c.       Kecemasan Moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antar lain: iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, dan lain-lain yang merupakan sifat tidak terpuji, bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa.

Contoh:
·         Jika seseorang yang merasa kecantikannya ditandingi oleh lawannya, oleh karena itu ia merasa dengki, ataupun membencinya.

  • Berdasarkan sifat manusia secara umum
1.      Cinta Diri
Kecintaan seseorang terhadap dirinya merupakan hal yang wajar, namun sebagian orang telah berlebihan (melampaui batas) dalam mempertahankan cinta tersebut, sehingga terbebani dengan berbagai macam penderitaan dan rasa sakit.
Contoh:
-          Cerita tentang pribadi dengan ego tinggi, angkuh, dan selalu cinta sama dirinya ada di Narkissos (Narcissus), tokoh mitologi Yunani. Narcissus teramat cinta dengan dirinya sendiri dan cuma terpaku pada kegiatan atau pikiran sendiri. Kerjaannya mengagumi dirinya hingga dia ‘jatuh cinta’ dengan bayangannya sendiri di pantulan air sungai. Narcissus pun mati karena terjatuh ke sungai waktu dia mendekati pantulan wajahnya. 
-          Sangat sensitif jika ada seseorang wanita yang tlah sangat terpaku pada kecantikan diri, jika dia percaya diri kepada kecantikkannya dia akan sombong dan angkuh. Tetapi jika dia melihat wanita yang lebih cantik dari padanya, dia akan melakukan hal apa saja yang membuat dia perfect dilihat oleh orang lain. Sehingga dia tak tahu rasa takut jika terjadi musibah/penyakit lain.
-          Tujuan baik pun nggak cukup kalo dilakuin secara serampangan. Ngasih cinta yang terlampau besar ke diri sendiri sangat mungkin bikin kita jadi angkuh dan sombong. Efek positif yang harusnya diperoleh akhirnya dikacaukan dengan sikap destruktif terhadap diri sendiri. Maka itu, penting banget ngejaga porsi self-love supaya nggak berlebih.
Usaha untuk mencintai diri lebih, antara lain:
Kami sering diberitahu bahwa kita perlu balajar untuk mencintai diri sendiri. Berhenti sejenak dan berfikir. Apa artinya itu? Bagaimana kita tahu perbedaan antara cinta diri dan cinta yang egois? Apa yang dapat kita lakukan secara praktis untuk mencintai diri kita sendiri dengan cara yang benar? Namanya cinta berarti harus ngasih efek positif buat kualitas diri. Cita diri mengisi kita dengan sukacita, kedamaian, dan cinta yang mencukupi sehingga keinginan kita untuk menjadi manusia yang mengasihi tubuh.
Self love yang baik itu nggak egois karena ia besar rasa empati dan belas kasih. Penghargaan tinggi buat kualitas diri sendiri bukan orang yang ngeremehin orang lain.
  1. Bergaul sama orang-orang positif berpengaruh baik buat kesehatan jiwa. Cobalah menetapkan batasan pada orang-orang yang tidak tahu cara mendorong tingkat cinta terbesar dalam diri kita.
  2. Jaga selalu tubuh dan penampilan. Boleh aja makan makanan yang enak, tapi inget bahwa tubuh bakal selalu kita bawa hingga tua. Hindarin mengonsumsi apapun tanpa berpikir efek jangka panjangnya. Biasain olahraga dan perhatiin apa yang kita pakai di tubuh. Jangan ngerusak diri dengan bersikap seenaknya ke badan kita sendiri. Handphone atau mobil yang benda mati aja kita rawat, masa mau cuek sama tubuh sendiri?
  3. Jangan terlalu keras sama diri sendiri. Beri diri istirahat! Jerawat, tinggi badan pas-pasan dan kekurangan ‘biasa’ itu hal lumrah yang masih pantes buat disyukurin.
  4. Mencintai diri sendiri juga ditunjukkin dengan tegas memilih apa aja yang kita mau. Ini bikin kita terhindar dari pemborosan energi secara percuma. Jangan mentolerir penganiayaan oleh orang lain.
  5. Sikap rendah hati dan bahagia dengan apa yang udah dimilikin juga nggak kalah pentingnya lho. Dengan selalu berdoa dan bersyukur, kita udah nunjukkin rasa cinta yang terdalam ke diri sendiri.

Apakah orang yang terlalu mencitai diri dan narsis sama?
Ya, menurut kami sama, karena terlalu mencintai diri sendiri seperti contoh dari seorang tokoh Mitologi Yunani, yaitu Narcissus. Beliau telah ‘jatuh cinta’ pada bayangannya sendiri yang membuat beliau angkuh dan sombong sehingga beliau mati karena karena terjatuh ke sungai waktu dia mendekati pantulan wajahnya. 
Bagaimana membedakan orang yang mencintai diri dan narsis?
Coba tanyakan empat pertanyaan berikut untuk membedakan apakah kita sudah mencintai diri sendiri atau hanya narsistik:
1.       Adakah kebutuhan untuk meningkatkan kualitas diri agar dapat melawan orang lain?
Orang yang mencintai diri sendiri dengan normal percaya bahwa dirinya memiliki kualitas positif, begitu juga orang lain. Jika kita narsistik, kita cenderung membandingkan diri dengan orang lain, termasuk percaya bahwa kita lebih baik dari semua orang. Penelitian menunjukkan, sebagian besar orang narsistik cenderung menempatkan diri di atas rata-rata orang kebanyakan, meskipun tidak sesuai kemampuan mereka.

2.       Apakah Anda lebih fokus pada 'terlihat baik' daripada melakukan segala sesuatu dengan baik?
Orang narsistik fokus bermain peran sebagai teman yang peduli, kekasih setia, atau karyawan yang baik. Mereka lebih peduli bagaimana mereka terlihat ketimbang bagaimana kualitas sebenarnya dari kinerja mereka. Sedangkan orang yang mencintai diri sendiri berusaha melakukan segala hal dengan baik karena merasa bertanggung jawab. 

3.       Butuhkah Anda akan validasi eksternal?
Seorang narsistik membutuhkan validasi orang lain untuk kehebatannya. Mereka butuh penegasan konstan dari orang lain. Mereka mungkin melakukan segala hal gila untuk memenangkan pujian dan pengakuan. Narsistik juga cenderung mengukur kelayakan mereka berdasarkan simbol status seperti perhiasan, pakaian, kekasih yang romantis, dan lainnya. Sedangkan orang yang mencintai diri sendiri percaya pada nilai-nilai diri mereka tanpa perlu pengakuan orang lain, dan mereka mempertahankan nilai-nilai itu untuk dirinya sendiri. 
4.       Apakah emosi dan sikap tampak 'hitam-putih'?
Penelitian menemukan bahwa narsistik cenderung tidak menoleransi sesuatu yang abu-abu. Mereka tidak bisa menoleransi perasaaan tidak nyaman, cenderung ingin menguasai orang lain, sering merasakan kecewa, dan merasa terisolasi.

Sedangkan orang yang mencintai diri sendiri dengan normal mampu terhubung dengan orang lain. Menikmati kerentanan diri sendiri, dan secara alami menoleransi ketidakpastian emosi sehingga bisa merasakan kasih sayang. 
Anda bisa coba ini: Lakukan meditasi cermin. Anda dapat menggunakannya untuk melatih kesadaran diri. Jika selama ini kita menggunakan cermin untuk memproyeksikan bagaimana diri kita di mata orang lain, kali ini kita akan menggunakan cermin untuk memahami diri sendiri.

Apakah sifat narsisme ada sejak lahir?
Sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir, bahkan Andrew Morrison berpendapat bahwa dimilikinya sifat narsisisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain. Narsisisme (+) memiliki sebuah peranan yang sehat dalam artian membiasakan seseorang untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain demi membuat dirinya bahagia. Namun apabila jumlahnya berlebihan (-), dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis. Kelainan kepribadian atau bisa disebut juga penyimpangan kepribadian merupakan istilah umum untuk jenis penyakit mental seseorang, di mana pada kondisi tersebut cara berpikir, cara memahami situasi dan kemampuan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi normal. Kondisi itu membuat seseorang memiliki sifat yang menyebabkannya merasa dan berperilaku dengan cara-cara yang menyedihkan, membatasi kemampuannya untuk dapat berperan dalam suatu hubungan.
Seseorang yang narsis biasanya terlihat memiliki rasa percaya diri yang sangat kuat, namun apabila narsisme yang dimilikinya sudah mengarah pada kelainan yang bersifat patologis, maka rasa percaya diri yang kuat tersebut dapat digolongkan sebagai bentuk rasa percaya diri yang tidak sehat, karena hanya memandang dirinya sebagai yang paling hebat dari orang lain tanpa bisa menghargai orang lainSelain itu, seseorang dengan sifat narsis yang berlebihan memiliki kecenderungan untuk meninggikan dirinya di hadapan orang lain, menjaga harga dirinya dengan merendahkan orang lain saat orang lain memiliki kemampuan atau hal yang lebih baik darinya, bahkan tidak segan untuk mengasingkan orang lain untuk memperoleh kemenangan.
Beberapa teori yang berlaku saat ini menyatakan bahwa penyebab narsisme dipengaruhi beberapa hal seperti faktor biologis dan genetik, faktor sosial, dan faktor psikologis seseorang.

2.      Gejolak Hati
Terkadang was-was muncul dalam keadaan tertentu lantaran kegalauan hati yang sangat keras akan hal-hal yang spele dan remeh. Ketika ia tidak mendapatkan sesuatu yang dapat menyibukkan dirinya, ia akan memikirkan masalah dan khayalan sia-sia, sehingga sering kali hal itu menyeretnya kedalam pemikiran was-was. Sebagian orang berkeyakinan bahwa pemikiran yang disertai perasaan was-was sebenarnya merupakan sejenis kegelisahan yang timbul dari penyakit kejiwaan yang dapat disembuhkan dengan mudah. Contoh:
  • Ketika seorang anak kecil megotori badannya, maka ia akan segera melawan guncangan jiwa lantaran takut akan hukuman ibunya dengan cara mencuci kotoran tersebut berulang kali. Dan, pengulangan itu memberikan kemungkinan bagi muncul dan tertanamnya pemikiran yang bersifat was-was tersebut.
  • Seseorang yang kita sukai dengan wanita lain, kita akan berfikiran serta mengkhayal bahwa doi dan wanita itu? Pikiran seperti ini adalah contoh dari  seseorang dengan pemikiran yang was-was.

3.      Lalai dalam Mengingat Allah
Dalam beberapa hadits dan riwayat Shahih disebutkan bahwa was-was dalam keadaan tertentu akan muncul sebagai akibat kelalaian seseorang dalam mengingat Allah, berpaling dari (mencari) hikmah-Nya, dan mengentengkan perintah dan larangan-Nya. Terkadang was-was juga akan muncul dari setan yang telah mengguncangkan  jiwanya.
Ya, orang yang hatinya bersih dan yakin kepada Allah tidak akan terkena penyakit ini, kecuali bila menderita cacat atau penyakit tertentu. Dari sudut pandang agama, mengingat Allah ibarat benteng kuat dan baju besi yang melindungi manusia dari berbagai macam bahaya, seperti penyakit kejiwaan. Sebagaimana, kita juga dapat menjadikannya sebagai pijakan dalam proses pengobatannya. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa was-was bisa muncul sebagai akibat perbuatan haram dan mungkar, sebaliknya mencari perlindungan Allah dapat mencegah seseorang dari dampak negatifnya.

4.      Rasa takut dan malu
Mungkin, sifat malu merupakan salah satu diantara faktor penyebab was-was, sebab seorang pemalu adalah orang yang takut dan berdiam diri. Inilah yang mengharuskan kita membahas tentang sebab-sebabnya pada anak-anak.
Karena itu, mereka yang pada masa kecilnya telah mendapatkan pelecehan dan perlakuan keras, pada masa dewasanya tidak akan mampu menghadapi masalah yang sangat besar dan menyelesaikannya secara benar. Ini menunjukkan bahwa seorang pemalu akan berusaha dengan berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya agar tidak menjadi bahan penilaian dan cemoohan orang lain. Inilah yang mendorongnya melakukan pekerjaan secara berulang agar dapat menyelesaikannya sebaik mungkin, yang pada akhirnya menjerumuskannya kedalam was-was.

5.      Tidak merasa aman
Dalam keadaan tertentu, perasaan tidak aman merupakan faktor penyebab terjadinya was-was. Dengan kata lain, sebagian orang akan menderita was-was lantaran dirinya merasakan tidak adanya keamanan. Terkadang, perasaan semacam ini merupakan akibat dari lemahnya kepribadian dan tidak adanya kemampuan dalam mengendalikan   diri.
Tidak diragukan lagi bahwa benturan kejiwaan yang datang secara tiba-tiba pada diri seseorang akan mendorong munculnya perasaan tidak aman dalam diri, yang kemudian akan menyebabkan tertimpa was-was. Sebagaimana, tekanan jiwa akan menghilangkan perasaan aman dalam pikiran seseorang. Ini juga merupakan penyebab lemahnya kepribadian dan menjadikannya sebagai sasaran empuk bagi penyakit was-was.

6.      Jiwa yang lemah
Kelemahan jiwa dalam diri seseorang dapat mencapai suatu taraf dimana ia sendiri kehilangan kekuatan untuk mengendalikannya, sehingga kita mendapatinya dengan terpaksa menyerah dihadapan kejadian-kejadian yang dialaminya. Ketika ia menampakkan keinginan agar seluruh pekerjaannya sebanding dengan orang yang lebih utama darinya, maka perasaan ini akan berubah kedalam bentuk perasaan lemah.





USAHA-USAHA UNTUK  MENGATASI KEGELISAHAN
1.     Membentuk kebiasaan Mental yang baru
Mengatasi sumber kecemasan yang mampu diubah. Terkadang kecemasan berakar dari perasaan kewalahan akibat begitu banyak hal-hal kecil yang perlu diselesaikan. Seperti gabungan dari tumpukan tugas-tugas kecil akan berujung dengan beban yang memicu kegelisahan. Seperti pepatah “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”. Menangani masalah dengan cara meyakinkan diri sendiri bahwa memiliki kekuatan untuk menyelesaikan masalah satu per satu,  dapat membantu mengurangi kegelisahan dengan segera.
Contoh
  • Segera menyelesaikan tugas-tugas yang walaupun kecil, tetapi cukup mengganggu, supaya tidak menumpuk,
  • Membayar tagihan secara tepat waktu,
  • Merampungkan pembayaran pajak sedini mungkin,
  • Menepati janji kunjungan ke dokter dan dokter gigi, dan sebagainya.

2.     Mengubah cara berpikir mengenai sumber-sumber kecemasan yang tidak mampu dikontrol.
Sejumlah sumber kecemasan tidak bisa hilang dalam waktu dekat. Penyakit, masalah keuangan, masalah hubungan pribadi, dan sumber-sumber permanen kecemasan lain yang tidak mudah diatasi, tetapi berpikir mengenai hal tersebut dengan cara yang berbeda dan positif mampu mengurangi stres dan ketakutan yang ditimbulkannya. Meminimalkan waktu yang banyak dihabiskan (tidak ush buang-buang waktu) untuk memikirkan sumber utama stres yang kita rasakan. Anda tidak akan bisa mengubah kondisi dengan cara mengkhawatirkannya secara obsesif. Salah satu cara untuk berfikir beda:
·         Mengambil tindakan semampu kita untuk memperbaiki situasi.
Sebagai contoh, Berkonsultasilah dengan konselor keuangan untuk membantu Anda menyelesaikan masalah keuangan.
·         Habiskan waktu untuk memikirkan hal lain atau melakukan aktivitas yang menyenangkan, meskipun hanya berjalan-jalan atau menonton sebuah episode dari acara favorit.

3.     Melatih pikiran agar tidak gelisah
Apakah Anda pernah mencoba meditasi? Meditasi adalah metode yang bermanfaat untuk menghilangan kegelisahan dengan serta-merta. Dengan latihan, metode ini mampu menciptakan perbaikan terhadap kondisi pikiran untuk jangka panjang serta meningkatkan kesehatan mental.
Jika Anda seorang pemula, gunakan CD meditasi dengan panduan atau bergabung dengan kelas meditasi. Pemimpin meditasi akan mengajarkan Anda cara untuk menenangkan pikiran dan meraih ketenangan ketika pikiran Anda mulai kalut.
Meditasi kesadaran juga bisa memberikan manfaat. Metode ini melibatkan pemusatan perhatian pada sumber kecemasan sampai Anda mampu mengatasinya, supaya pikiran Anda bebas untuk memikirkan hal lain dalam waktu yang tersisa. Jika Anda cenderung bangun dalam keadaan gelisah, segera beranjak dan menuju ke tempat yang sepi dan damai di rumah. Luangkan waktu 5 menit untuk memikirkan kekhawatiran dan rencana untuk mengatasi situasi yang dapat dirubah. Setelah itu, jalani hari dengan kesadaran bahwa Anda sudah mengatasi masalah yang selama ini mengganggu.

4.     Mencurahkan perasaan
Jangan membiarkan perasaan cemas terpendam di dalam diri, itu adalah resep untuk serangan kecemasan.
-          Mendiskusikan perasaan Anda dengan orang lain adalah langkah yang sangat penting. Anda bisa mendapatkan perspektif dari orang lain, dan bahkan mungkin mendapatkan sejumlah ide yang baik untuk memecahkan sebagian masalah yang Anda hadapi.
-          Jika dalam hubungan, Berbicara dengan orang yang dicintai dan dipercayai adalah tempat yang baik untuk memulai langkah ini. Pasangan, orang tua, saudara, atau teman baik sangat mengenal Anda dengan baik dan mungkin bisa memberikan perspektif mengenai cara mengurangi kegelisahan. Meskipun demikian, adakalanya orang-orang terdekat terkadang bisa jadi merupakan sumber kecemasan itu sendiri.
-          Berkonsultasi dengan seorang terapis. Terapis adalah seorang profesional dan pendegar yang obyektif, serta dibayar untuk memberikan solusi dalam mengatasi kegelisahan yang Anda rasakan. Jika Anda mengalami kecemasan terus-menerus yang tidak mampu diatasi seorang diri, Anda perlu mencoba terapi.

Melakukan perubahan gaya hidup
  1. Menghentikan konsumsi makanan dan minuman yang memicu kegelisan
Membatasi asupan makanan dan minuman yang berbahaya akan sangat bermanfaat untuk menenangkan pikiran dan senantiasa menstabilkan detak jantung.
-          Membatasi makanan bergula dan bertepung. Hampir kebanyakan makanan "penawar hati" termasuk dalam kategori gula atau pati, namun makanan seperti ini menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan memicu kecemasan yang lebih besar.
-          Mengurangi konsumsi kafein. Kafein menstimulasi sistem saraf, karena itu minum secangkir kopi di pagi hari dapat meningkatkan rasa cemas yang Anda rasakan. Anda sebaiknya berhenti minum sama sekali atau hanya mengonsumsi satu cangkir kopi sehari.
-          Membatasi asupan alkohol Anda. Beralih ke alkohol saat Anda ingin membebaskan pikiran dari stress adalah godaan yang sulit dihindari. Namun, rasa lega sementara akibat alkohol pada akhirnya malah semakin meningkatkan kegelisahan yang Anda rasakan. Alkohol adalah depresan yang menjadikan suasana hati Anda semakin memburuk, selain itu efeknya pada tubuh - dehidrasi, retensi air, dan efek negatif terhadap kesehatan jangka panjang - adalah dengan sendirinya pemicu kegelisahan.
-          Selain makan banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, serta daging tanpa lemak untuk menjaga kesehatan tubuh. makanan ini mampu memberikan dorongan ekstra pada suasana hati Anda: Mengonsumsi acai berry, blueberry, dan makanan lain yang mengandung antioksidan tinggi. Detoksifikasi juga dapat mengurangi kegelisahan. Makanan dengan kandungan magnesium dan kalium seperti kacang-kacangan, cokelat hitam, dan pisang. yang tinggi juga mampu mengurangi stress secara alami.
  1. Berolahraga secara teratur
Studi menunjukkan bahwa individu yang rajin berolahraga memiliki tingkat kecemasan yang rendah. Menjalani latihan fisik akan meningkatkan sirkulasi serta memompa endorphin yang dapat meningkatkan suasana hati. Latihan-latihan yang dapat dicoba antara lain:
-          Latihan kardio seperti bersepeda, berjalan cepat, berlari, atau berenang.
-          Latihan angkat beban untuk mengencangkan otot Anda.
-          Latihan untuk menguatkan tubuh seperti yoga dan "Pilates".


  1. Mengubah ruang fisik
Adakalanya kegelisahan bertambah parah karena dipicu oleh tempat tinggal atau bekerja di ruangan yang tidak nyaman. Ruangan tempat menghabiskan sebagian besar waktu, dapat memberikan dampak yang besar pada suasana hati. Cobalah melakukan perubahan berikut untuk mengurangi kegelisahan yang dirasakan sehari-hari.
-          Menyingkirkan barang-barang yang menumpuk dan berserakan. Tumpukan buku dan surat, barang-barang daur ulang yang menunggu untuk dibuang, atau fail yang perlu disingkirkan di sekitar rumah dapat memperburuk kegelisahan.
-          Rapihkan rumah dan ruangan kerja. sehingga semuanya terletak pada tempatnya dan tidak berserakan, serta luangkan waktu setiap hari untuk memungut barang-barang dan menyimpannya.
-          Mendekorasi ulang sebuah atau beberapa ruangan. Memperbarui situasi akan memberikan Anda perspektif baru. Mengecat kamar tidur atau ruang tamu Anda dengan warna yang berbeda, membeli seprai atau bantal baru, serta menyusun ulang perabotan.
-          Meluangkan waktu di tempat yang baru. Melakukan perjalanan akhir pekan, atau cukup dengan berjalan-jalan di sebuah taman yang terletak di sisi lain kota tempat tinggal Anda, untuk mengubah rutinitas sesekali. Merangsang otak dengan pemandangan, suara dan bau yang baru dapat menjadi penyegar suasana hati.



  1. Mengonsumsi obat alami antikecemasan
Banyak orang mendapat pertolongan dari penggunaan tumbuh-tumbuhan dan bahan alami lainnya yang telah terbukti mengurangi kegelisahan dari waktu ke waktu. contoh obat-obatan alami berikut:
-          Bunga kamomil. Bunga yang baunya sangat kuat ini memiliki efek penenang. Anda bisa membeli sekotak teh, ekstrak atau suplemen kamomil.
-          Akar "valerian". Akar ini cukup populer di Eropa sebagai obat antikecemasan.
-          "Kava kava". Tanaman Polinesia ini memiliki efek sedative yang dikatakan mampu mengatasi kegelisahan.

  1. Menggunakan obat resep
Dalam beberapa kasus, kecemasan tidak dapat diatasi sendiri dengan melakukan perubahan mental dan fisik. Jika Anda memiliki serangan kecemasan atau merasa mungkin memiliki gangguan kecemasan, sangat penting untuk segera mengunjungi dokter. Anda bisa memperoleh salah satu obat resep dari begitu banyak obat antikecemasan di pasaran, yang telah memberikan pertolongan bagi banyak orang yang menderita kecemasan kronis.



PENGERTIAN KETERASINGAN DAN KESEPIAN

Keterasingan
alienasi/ali·e·na·si/ /aliénasi/ n 1 keadaan merasa terasing (terisolasi); 2 penarikan diri atau pengasingan diri dari kelompok atau masyarakat; 3 pemindahan hak milik dan pangkat kepada orang lain;
Sartre (dalam van der Weij, 1991:154) mengatakan bahwa keterasingan merupakan akibat dari adanya konflik yang ditimbulkan oleh relasi-relasi antarmanusia. Pada sisi lain, Sartre juga menyebutkan bahwa keterasingan manusia adalah keterasingan  bagi tubuhnya sendiri yang ditemui pada orang lain. Artinya, seolah-olah orang lain merampas tubuh kita kemudian menyusun dunianya sendiri dengan menyertakan ketubuhan kita sebagai bagian dari dunianya. Keterasingan antara diri kita dengan tubuh sendiri membuat  kehilangan penguasaan terhadap tubuh. Hal itu dapat ditemui pada gerak-gerik tertentu yang terobyektifkan.
            Menurut Binswanger (dalam Koeswara, 1987:24) keterasingan identik dengan isitilah keterlemparan diri sendiri. Binswanger menggunakan isitilah keterlemparan untuk menunjuk pada kondisi keterasingan, yakni kondisi individu yang merasa asing  dengan diri sendiri dan tunduk atau menyerah pada kekuatan-kekuatan di luar dirnya. Manusia tidak selamanya dapat berhasil dan bebas merealisasikan kemungkinan-kemungkinan. Dengan demikian, manusia tidak selalu dapat mencapai keinginan-keinginan dirinya. Hal itu disebabkan oleh adanya situasi batas yang tidak dapat dilampauinya. Eksistensi manusia selalu berhadapan dengan situasi batas yang sulit dihindari tetapi dirasakan oleh kesadaran, yaitu adanya kematian, kegagalan, penderitaan, kesalahan, nasib, dan sebagainya.
Keterasingan berasal dari kata terasing.  dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi kata terasing berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pegaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama, orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan sudah tentu dengan sebabdan kadar yang berbeda satu sama lain. Salah satu yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.
Contoh: Orang yang bersifat sombong angkuh, besar kepala, tidak menghormati orang lai selalu akan tersisih dari pergaulan masyarakat, karena perilaku semacam ini tidak disenangi dan dibenci oleh masyarakat. Orang lain akan merasa tersentuh nilai-nilai kemanusiaannya apabila bergaul dengan orang angkuh, sombong, dan tidak menghormati orang lain. Karena itu ia dibenci orang lain, sehingga membuat ia dalam keterasingan.
            Dari berbagai pandangan tentang pengertian alienasi atau keterasingan yang diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa
Kesimpulan : Keterasingan merupakan keterputusan manusia dengan dirinya sendiri maupun dunia luar. Keterasingan tampak pada pola pikir, sikap, dan tindakan dalam menghadapi persoalan hidup. Dalam kondisi demikian, manusia akan menemukan dirinya tidak berdaya, tidak berharga, dan kehilangan gairah hidup. Yang dimaksud dengan keterputusan manusia dengan dirinya sendiri, adalah manusia kehilangan kontak dengan dirinya sendiri karena persoalan yang berasal dari diri sendiri. Sementara itu, keterputusannya dengan dunia luar, yakni manusia telah kehilangan kontak dengan dunia luar atau sesamanya.

Kesepian
sepi/se·pi/ a 1 sunyi; lengang: duduk di tempat yang --; 2 tidak ada orang (kendaraan dan sebagainya); tidak banyak tamu (pembeli dan sebagainya); tidak ada kegiatan; tidak ada apa-apa; tidak ramai: sudah sepekan ini pasar karet --; negeri itu sudah --; 3 dianggap tidak ada apa-apa; tidak dihiraukan sama sekali: -- dari (gangguan, bahaya, dan sebagainya), tidak ada atau terlepas dari (gangguan, bahaya, dan sebagainya); tidak -- dari (gangguan, bahaya, dan sebagainya), selalu ada (gangguan, bahaya, dan sebagainya); tidak terlepas dari (gangguan, bahaya, dan sebagainya);
kesepian/ke·se·pi·an/ n 1 keadaan sepi; kesunyian; kelengangan: radio itu dipasangnya keras-keras untuk mengusir -; 2 perasaan sunyi (tidak berteman dan sebagainya);
Kesepian adalah emosi kompleks dan biasanya tidak menyenangkan, yang merupakan respon isolasi. Kesepian biasanya mencakup perasaan cemas terhadap kurangnya koneksi atau komunikasi dengan makhluk lain, baik di masa sekarang dan berkembang ke masa depan. Dengan demikian, kesepian bisa dirasakan bahkan saat dikelikingi oleh orang lain. Penyebab kesepian bervariasi dan meliputi faktor sosial, mental, emosional dan fisik. (Wikipedia).
Penelitian telah menunjukkan bahwa kesepian terjadi di seluruh masyarakat, termasuk orang-orang dalam perkawinan, hubungan, keluarga, veteran, dan mereka yang memiliki karier yang sukses. Kesepian telah menjadi tema yang sering dieksplorasi dalam literatur manusia sejak zaman kuno. Kesepian juga telah digambarkan sebagai rasa sakit sosial - sebuah mekanisme psikologis yang dimaksudkan untuk memotivasi seseorang agar mencari koneksi sosial. Kesepian sering didefinisikan dalam kaitannya dengan keterhubungan seseorang dengan orang lain, atau lebih khusus lagi sebagai "pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi ketika jaringan hubungan sosial orang kekurangan dengan cara yang signifikan". (wikipedia)



Kesepian adalah keadaan emosi dan kognitif yang tidak bahagia yang diakibatkan oleh hasrat akan hubungan akrab tetapi tidak dapat mencapainya. Individu yang tidak menginginkan teman bukan orang yang kesepian, tetapi seseorang yang menginginkan teman dan tidak memilikinyalah orang yang kesepian. Kesepian adalah pengalaman subjektif. 
Kesepian juga dideskripsikan sebagai kesakitan sosial - suatu mekanisme psikologis untuk memperingatkan seorang individu atas isolasi yang tidak diinginkan dan memotivasinya untuk mencari hubungan sosial.
Sebagai makhluk sosial, rasanya tidak ada orang yang ingin kesepian, tanpa punya sahabat tempat berbagi perasaan atau juga tidak punya keterikatan emosional dengan pasangan. Orang-orang yang kesepian cenderung menilai dirinya sebagai orang yang tidak berharga dan tidak dicintai. Akhirnya ia pun tidak nyaman berada di lingkungan mana pun. 
Selain mendatangkan penyakit, kesepian yang dirasakan seseorang juga bisa membuatnya kedinginan dan mudah terserang flu. Menurut peneliti dari Universitas Toronto, Kanada, orang-orang yang merasa dirinya terasing sering merasa kedinginan di sebuah ruangan bila dibandingkan dengan orang yang bahagia.

Perasaan kesepian adalah sebuah fenomena universal yang dapat terjadi pada setiap individu dalam ras manapun, usia berapapun, dan sepanjang kehidupan sejarah manusia. Orang-orang kota yang hidupnya dikelilingi segala fasilitas ternyata ditemukan memiliki rasa kesepian ini. Pada masyarakat urban (perkotaan) yang impersonal lebih mudah ditemukan sebuah kondisi perasaan sepi atau sendiri, dimana individu menemui individu lain tidak sebagai dirinya sendiri, melainkan sebagai bentukan dari tugas-tugas atau kewajiban dalam masyarakat saja.
Di tengah sebuah perkembangan dalam teknologi komunikasi yang sedemikian maju, yang memungkinkan berbagai jenis orang dari berbagai daerah di penjuru dunia untuk saling berkomunikasi, berbagi jasa, informasi maupun data melalui teknologi canggih misalnya, ternyata ditemukan orang-orang yang merasa sedih karena “sendiri”. Lebih parahnya lagi, para ahli menyebutkan bahwa kondisi ini merupakan kondisi awal dari terjadinya bentuk-bentuk gangguan jiwa yang lebih berat seperti depresi, stress, agresi, bunuh diri bahkan dapat memicu ke dalam berbagai bentuk kecanduan (cth: kecanduan narkoba, alkohol, internet, judi, dll) yang awalnya dikarenakan individu ingin melarikan diri dari rasa kesepiannya tersebut. (Kristanto, Yonatan Pandu)
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa
Kesimpulan : Kesepian merupakan suatu perasaan yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan emosi-emosi negatif dan perasaan yang tidak menyenangkan yang dimiliki seseorang serta adanya ketidaksesuaian antara hubungan sosial yang diharapkan dan ketersediaan hubungan yang dimiliki.



Penyebab Kesepian
Ada empat penyebab dasar dari kesepian:
1.      Transisi kehidupan. Transisi yang menyebabkan perubahan sehingga kita merasa kesepian. Menjadi tua kemudian ditinggalkan anak dapat menciptakan kesepian dalam hidup. Berganti pekerjaan, sakit keras, pensiun, dapat menimbulkan kesepian.
Setiap pengalaman baru yang kita hadapi dapat menimbulkan kesepian. Yang membuatnya lebih buruk, kita cenderung mengisolasikan orang-orang yang sedang sekarat.
2.      Keterpisahan. Ketika kita diisolasi dalam pengertian terpisah dari teman-teman dekat, terpisah dari keluarga anda (dikarenakan karier, praktek kuliah, wajib militer, atau alasan lainnya)  itu dapat menyebabkan kesepian.  Apalagi mereka yang sulit diakses oleh alat komunikasi apapun. Sungguh mereka akan bisa merasakan kesepian. Keterpisahan lainnya adalah perceraian/putus hubungan. Ini juga penyumbang besar masalah kesepian dalam masyarakat.
3.      Direndahkan/dipermalukan. Dalam dunia pekerjaan, dunia pendidikan atau dalam relasi sosial dengan orang lain, bila mendapatkan ucapan yang merendahkan atau dipermalukan di depan umum akan menimbulkan rasa kesepian yang dalam. Kita merasa diserang dan kita merasa sendirian karena tidak ada yang membela. Melewati pengalaman seperti ini menimbulkan perasaan kesepian yang menyakitkan.
Godaan terbesar dari orang yang merasakan kesepian dalam kondisi ini adalah menarik diri dan membangun tembok anda sendiri. Tetapi, justru dengan melakukan hal ini hanya akan membuat orang ini semakin kesepian.
4.      Penolakan.  Kita merasa sakit hati, tidak dianggap, tidak berguna, tidak bisa diandalkan, tidak dicintai dan lain sebagainya.


PENGERTIAN KETIDAKPASTIAN
KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu (pikirannya) atau mendua, atau apa yang dipikirkan tidak searah dan kemana tujuannya tidak jelas. Itu semua akibat pikirannya yang tidak dapat konsentrasi. Ketidakkonsentrasian itu disebabkan oleh  berbagai sebab, yang paling utama adalah kekacauan pikiran. Ketidakpastian atau ketidaktentuan adalah bagian hidup manusia. Setiap orang hidup pasti pernah mengalaminya. Bahkan anak kecil sekalipun pernah mengalaminya, misalnya, ketika anak kecil ditinggalkan ibunya, ia menangis kebingungan. Kebingungan itu menunjukan adanya ketidakpastian, seperti anak ayam yang kehilangan induknya.

Sebab-sebab ketidakpastian
Menurut Siti Meichati dalam bukunya Kesehatan Mental menerangkan beberapa penyebab seseorang tak dapat berpikir dengan pasti. Sebab-sebab itu ialah :
1.      Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurose jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus-menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau penyebab lain yang tidak diketahui oleh penderita. Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia. Contoh : Seorang pedagang yang maju pesat, pada suatu saat berpikir olehnya ada kswan yang ingin menjatuhkannya. Pikirannya itu semakin menjadi-jadi, apalagi setelah ia mengalami kerugian.
2.      Phobie
Phobie adalah rasa ketakutan yang tak terkendalikan atau tidak normal terhadap sesuatu hal atau kejadian, tanpa diketahui sebab-sebabnya. Contoh : Orang yang takut terhadap tempat yang tinggi. Secara tidak sengaja, ia terus menelusuri jalan mendaki. Sesampainya di puncak ketinggian, ia ketakutan luar biasa.
3.      Kompulasi
Kompulasi ialah adanya keraguan yang sangat mengenai apa yang telah dikerjakannya, sehingga ada dorongan yang tidak disadari untuk selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang serupa berulang kali. Contoh : Keinginannya mengambil barang orang (mencuri), padahal barang itu tidak bermanfaat baginya, dan ia mampu andaikata ingin membelinya.
4.      Histeria
Histeria ialah neurose jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, atau sugesti dari sikap orang lain. Contoh : Neneng, seorang gadis yang cukup manis, suatu hari melihat pacarnya berjalan-jalan dengan seorang gadis yang belum pernah dikenalnya. Rasa cemburu berkecamuk di hatinya dan setibanya di rumah dia beteriak histeris.
5.      Delusi
Menunjukan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman. Delusi ini ada tiga macam, yaitu :
  1. Delusi persekusi : menganggap adanya keadaan yang jelek di sekitarnya. Akibatnya, banyak orang menjauhinya.
  2. Delusi keagungan : menganggap dirinya orang penting dan besar. Orang seperti ini biasanya gila hormat dan menganggap orang di sekitarnya tidak penting. Akibatnya, semua orang menjauhinya. Jadi, hampir sama dengan delusi persekusi.
  3. Delusi melankolis : merasa dirinya bersalah, hina dan berdosa. Hal ini dapat mengakibatkan buyutan atau dikenal dengan nama delirium tremens., hilangnya kesadaran dan menyebabbkan otot-otot tak terkuasai lagi. Ia kehilangan ingatannya sama sekali, mengalami tensi tinggi dan mengingat sesuatu yang belum pernah dialami.
6.      Halusinasi
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera. Seperti para prewangan (medium) dapat digolongkan pada pengalaman halusinasi. Dengan sugesti diri, orang dapat juga berhalusinasi. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang yang mabuk atau pemakai obat bius. Kadang-kadang karena halusinasi, orang merasa mendapat tekanan-tekanan terhadap dorongan-dorongan itu menemukan sasarannya. Ini tampak pada perbuatan-perbuatan penderita (penderita itu dapat menyadari perbuatannya itu, tetapi tidak dapat menahan rangsangan khayalan sendiri). Contoh : Doni memang seorang peminum. Bila sedang marah, ia makin banyak minumnya sehingga mabuk dan mengoceh (berbicara) tidak menentu.
7.      Keadaan emosi
Dalam keadaan tertentu, seseorang sangat dipengaruhi oleh emosinya. Jika emosi telah menguasai keseluruhan pribadinya, ia akan mengalami gangguan nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah. Sikapnya bisa apatis atau bisa juga terlalu gembira dengan melampiaskan dalam gerakan-gerakan lari-larian, menyanyi, tertawa atau berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak bernafsu, tidak bersemangat, gelisah, resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu bahasa, atau termenung menyendiri. Orang seperti ini tidak mungkin dapat berpikir dengan tenang dan baik.
Untuk mengatasi atau menghilangkan pikiran yang kacau itu perlu mencari penyebabnya. Andaikata telah diketahui penyebabnya, namun kekacauan pikiran tersebut tidak hilang, penderita perlu diajak ke psikolog.
Contoh tentang ketidakpastian :
Ketidakpastian tentang lulus atau tidak dalam ujian sarjana yang sudah lama ditunggu-tunggu membuat orang gelisah. lulus atau tidak lulus ujian sarjana akan menentukan status atau karir seseorang dalam hidupnya. Ketidakpastian ini akan merugikan, karena status dari karir itu terancam. Karena ketidakpastian itu status yang telah ditetapkan oleh atasan menjadi hilang, berhubung ada orang lain yang lebih dulu memenuhinya


PENGERTIAN HARAPAN DAN CITA-CITA
Harapan memiliki 3 arti. Harapan berasal dari kata dasar harap. Harapan adalah sebuah homonimkarena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Harapan memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga harapan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
·         Harapan berarti sesuatu yang dapat diharapkan
Contoh: Ia mempunyai harapan besar dapat memenangi pertandingan itu
·         Harapan berarti keinginan supaya menjadi kenyataan
Contoh: Harapanku agar ia kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa
·         Harapan berarti orang yang diharapkan atau dipercaya
Contoh: Pemuda harapan bangsa

Menurut C.R Snyder, harapan adalah kemampuan untuk merencakan jalan keluar dalam upaya mencapai tujuan walaupun adanya rintangan, menjadikan motivasi sebagai suatu cara dalam mencapai tujuan. Jadi, Harapan/asa ialah bentuk dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian yang akan berbuah kebaikan di waktu yang akan dating

CITA-CITA
Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup
tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
3  Faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita – citanya antara lain :
– Manusia itu sendiri,
– Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita – cita tersebut,
– Seberapa tinggi cita – cita yang ingin dicapai.
2 Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai tidaknya cita – citanya antara lain :
– Faktor yang menguntungkan, dan
– Faktor yang menghambat.

PERSAMAAN HARAPAN DAN CITA-CITA
keduanya menyangkut masa depan, karena masa depan yang belum terwujud. Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang memiliki keinginan masa depan untuk menjadi  lebih baik atau meningkat sesuai apa yang diinginkannya.




PENGERTIAN KEPERCAYAAN
Kepercayaan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar -- atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Contoh: Pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru.
Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar.
Contoh: Pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru.

Teori Kebenaran
1.      Teori Korespondensi (The Correspondence Theory of Thruth) memandang bahwa kebenaran adalah kesesuaian antara pernya-taan tentang sesuatu dengan kenyataan sesuatu itu sendiri. Contoh: “Ibu kota Republik Indonesia adalah Jakarta”.
2.       Teori Koherensi/Konsistensi (The Consistence/Coherence Theory of Truth) memandang bahwa kebenaran ialah kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan-pernyataan lainnya yang sudah lebih dahulu diketahui, diterima dan diakui sebagai benar.
3.       Teori Pragmatis (The Pragmatic Theory of Truth) memandang bahwa “kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis”; dengan kata lain, “suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia”. Kata kunci teori ini adalah: kegunaan (utility), dapat dikerjakan (workability), akibat atau pengaruhnya yang memuaskan (satisfactory consequencies).
4.      Teori Struktural Paradigmatik
Suatu teori dinyatakan benar jika teori itu berdasarkan pada paradigma atau perspektif tertentu dan ada komunitas ilmuwan yang mengakui atau mendukung paradigma tersebut.
5.      Teori Performatik
Teori ini menyatakan bahwa kebenaran diputuskan atau dikemukakan oleh pemegang otoritas tertentu. Contoh pertama mengenai penetapan 1 Syawal. Sebagian muslim di Indonesia mengikuti fatwa atau keputusan MUI atau pemerintah, sedangkan sebagian yang lain mengikuti fatwa ulama tertentu atau organisasi tertentu.


USAHA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN YME
Usaha itu antara lain:
  Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
  Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
  Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya.
  Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
  Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.